
The Kriwuls - Hey Jude
Rhoma Obama-Mirasantika cc: @DimasSakrIB
Purple (Taken with instagram)
Album cover (Taken with instagram)
Sore ini, saya, Kangmas, dan teman2 2009 menengok Bu Lastri (a.k.a Grandong a.k.a Syahrini) di rumahnya di daerah Ploso Bogen (atau “mbogen” sesuai pronounciation-nya orang Surabaya). Dan titipan dari kawan2 dalam aksi #PeduliGrandong sudah kami sampaikan. Terhitung jumlah yang terkumpul dari aksi tersebut sebesar Rp 665.000.
Salam dan ucapan semoga lekas sembuh juga telah saya sampaikan ke Bu Lastri.
Kami datang berombongan,ada 11 orang. Ketika melihat saya yang mengetuk pintu rumahnya, serta merta Bu Lastri menghambur dan memeluk saya. Senyum makin merekah di wajah yang masih sedikit pucat itu setelah mendapati bahwa tak hanya saya dan Kangmas yang datang menjenguk. Tak lama, matanya nampak berkaca-kaca kala satu persatu kawan-kawan yang turut menjenguk menjabat tangannya sembari menanyakan keadaannya.
Kawan,
Kondisi Bu Lastri sudah jauh lebih baik. Selang seminggu setelah kejadian “berdarah-darah” di kantin itu, Bu Lastri bilang badannya sudah tidak lemes lagi. Justru badannya sakit semua karena nggak dipake kerja. Beliau berharap minggu depan sudah bisa mulai berdinas lagi di kantin. Ia sudah rindu suasana kantin FKM, sudah rindu gurauan kawan-kawan di kampus.
Sepanjang minggu, selama aksi #PeduliGrandong berlangsung, saya sempat mikir : apa yang menjadikan Bu Lastri begitu istimewa sampai-sampai kawan-kawan spontan merespon kabar sakitnya Bu Lastri ini dengan aksi pengumpulan dana.
Reaksi dan respon teman-teman memang beragam. Tapi intinya hanya satu; mereka peduli dan turut prihatin atas kondisi Bu Lastri. Dan aksi yang mereka adakan kemudian semakin memperkuat kenyataan bahwa mereka semua menyayangi Bu Lastri.
Namun, sekali lagi, apa yang membedakan Bu Lastri dengan pegawai kantin FKM lainnya?
Bagi mereka, Bu Lastri tidak sekedar menjajakan makanan. Dalam menjalankan tugasnya sebagai pegawai warung soto, ia tidak sekedar asal laku, asal untung (bathi). Memang sih, kadang caranya menghadapi pelanggan masih bisa dibilang kasar. Bisa jadi orang yang tadinya berniat memesan soto, mengurungkan niatnya hanya karena mendengar sambutannya Bu Lastri. Tapi bagi pelanggan tetapnya, meski tidak juga bersikap halus dan lemah lembut, rasanya makan itu kurang “marem” jika bukan Bu Lastri yang meladeni.
Bu Lastri “ngopeni” pelanggannya tidak sekedar mempertahankan bisnisnya. Bu Lastri “ngopeni”, “ngeramut” pelanggannya, anak-anak FKM, dengan hati, atas dasar rasa sayang dan peduli. Pernah suatu waktu saya menyampaikan salam dari kawan yang sekarang berjuang di tanah rantau, dan saat itu juga Bu Lastri meminta nomor HP kawan tersebut kemudian menelponnya. Setelah bicara beberapa lama dengan kawan tadi, Bu Lastri menutup telpon dengan “mbrebes mili” . Katanya, ia tidak tega membayangkan keadaan kawan tadi sendirian di negeri orang, “nggak onok bolone…”.
Ia mungkin bukan orang yang sabaran, atau berperangai lemah lembut. Tapi pastinya ia orang yang peduli dan perhatian. Kalau tidak, tidak mungkin kita semua sayang sama beliau. Tidak mungkin lahir aksi #PeduliGrandong ini.
Yes, admit it…you too love her as much as I do. Else, you might not care about her at all.
Cepet sembuh, Bu Lastri….we’re all missing you…



Yg kurus origami,klo yg gemuk namanya sumo (Taken with instagram)
A present from only lover (Taken with instagram)
Can’t wait!
(Source: odinsonn, via moviesatthetheatres)

I mean it.
cantiknya mbak ini….
I used to love April. It’s spring time I guess,somewhere. Now I’m a fan no more. I was born in April. Tomorrow is my birthday. I used to know what I wanted for my birthday. Recently, I don’t even want my birthday to be noticed. In fact, it didn’t please me when someone congrats me happy birthday. Not even my parents. It bothers me, is irritating in some odd way.
I remember I used to enjoy having a birthday bash with some friends of mine. Untill I suffered from a heart broken few days after I celebrate my birhtday. My ex didn’t even show up on that day,just a text message. So typical. Then he broke with me not too long after that. He broke me on the phone. And rumour has it he made that phone call in front of his ex. I was pathetic. But I survived,got over it very damn well.
I though the most awful birthday I’d ever experience was exactly last year. Last year I expected somebody wrapped me Rob Pattinson. Apparently, nobody would ever get such thing except Kristen Stewart. Anyway, last year, my boyfriend, whom I happened to date for more than 4 years, didn’t even remember the date of my birthday. He lost in his paperworks and when he came to realize,3 days passed by.
Oh well, I thought that time, I saw that coming since I’ve stopped receiving anything good for my birthday years ago. Why whining now? There ain’t something new about it. So I managed to get over it.
This year, I think it’s okay to make a slight change. I don’t ask for any present. I only ask a sane conversation with him, not a rush one. A conversation that would lead us to get understand more about each other. To figure out our own expectation for each other. Only a conversation. Would it be too much to ask…for my birthday this year?